Senin, 19 Januari 2009
If you want me
are you really here
or am i dreaming?
i can't tell dream from truth
for it's been so long
since i have seen you
i can hardly remember
your face anymore
when i get pretty lonely
and the distance
causes only silence
i think of you smilling
with pride in your eyes
lover that sighs
chorus:
if you want me
satisfy me
if you want me
satisfy me
are you really sure
you believe me
when others say i lie?
i wonder if you could
ever despise me
when you know i really tried
to be a better one
to satisfy you
for yu're everyting to me
and i'll do what you ask me
if you let me be free
back to chorus
Rabu, 26 November 2008
Life like a house
like our house, hati kita jika tidak kita jaga bisa mengakibatkan penyakit kronis, diantranya penyakit dengki,iri, panas dingin alias demam karena kesaingan dan msh byk lg.Tapi menurutku itu wajar sbg mns,sekarang tinggal kitanya bisa memenej kaga?jika itu bisa buat kita smakin terpacu utnk lbh baik knp tdk?tapi jgn dibawa iri itu kpd kemrhn yang gak jelas, karena akn mendmpk pada lingkungan yang sudah ada.so...bersihkan hatimu dan hilangkan perasaan dengki ato iri, syukuri apa yang lu punya skarang, kalo lu JOMBLO yah...syukuri aja.Ingtkan dirimu bahwa Tuhan memberi itu mungkin supaya kita bisa konsen kestudi,bisa aja kan, kadng kita gak mikir kesitu.kadang kita mikir karena tersaingi "alias kaga punya gandengan padahal tmn punya",diambil positipnya aja yah! n Tuhan pada perjanjian lama sudah menuliskan yah...stdknya demikian :
"Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!"
never give up!!!!Tuhan memberkati
By Yogie
Selasa, 23 September 2008
Arjuna Mencari Cinta
Tahu tidak, waktu seseorang jatuh cinta, hormon-hormon yang bekerja di dalam tubuhnya pun banyak mengalami perubahan. Ternyata jatuh cinta itu sangat kompleks. Perasaan cinta melibatkan banyak sekali unsur-unsur kimia di dalam tubuh seseorang. Waktu Anda jatuh cinta, ‘alarm-alarm' dalam tubuh Anda langsung berbunyi dan menimbulkan berbagai macam efek. Misalnya: pupil mata menjadi kecil, tekanan darah naik, pembuluh darah mengecil, denyut jantung lebih cepat, suhu tubuh naik, kadar gula dalam darah naik dan lain sebagainya. What?? Itu semua karena jatuh cinta? Yup!! Itu yang bikin Anda jadi suka senyum-senyum sendiri, deg-degan, tidak selera makan. Benar tidak?
Nah, sampai di sini banyak orang yang langsung menyimpulkan bahwa ‘saya sedang mengalami cinta yang sejati dan si Dia pasti orang yang tepat karena saya tidak pernah merasa seperti ini'. Gawatnya, Anda tidak tahu bahwa pada saat itu juga, syaraf dalam diri Anda mulai melakukan penyesuaian-penyesuaian. Dan pelan tapi pasti, waktu semua perubahan itu menjadi rutinitas, maka syaraf dalam diri Anda akan menjadi biasa lagi. Akibatnya, semua yang tadinya Anda rasakan itu akan hilang, semuanya menjadi hambar lagi. Ternyata hormon di dalam tubuh Anda kembali normal karena sudah terbiasa dengan si Dia.
Yang lebih gawat lagi, waktu cinta lagi menggebu-gebu inilah sang Arjuna suka keceblos got, dan sang Dewi pun bukannya menolong Arjuna keluar dari got, malah ikutan masuk ke dalam got gara-gara terbuai untuk memberikan segalanya guna membuktikan cintanya yang lagi menggebu-gebu itu. Padahal yang sering sekali terjadi adalah tidak berapa lama setelah cinta menggebu, yang dipikir kebanyakan orang sebagai cinta sejati tadi dilampiaskan dengan cara yang salah, watt-nya pun mulai turun. Sang Arjuna mulai biasa saja melihat sang Dewi, sang Dewi pun mulai merasa bahwa sang Arjuna ternyata tidak seistimewa seperti yang ia bayangkan sebelumnya.
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Lalu bagaimana seharusnya? Itulah sebabnya Firman Tuhan mengatakan bahwa segala sesuatu harus diuji. Sebelum masuk dalam komitmen berpacaran, cinta Anda juga harus diuji dulu.
Cara Menguji
Ujian Firman Tuhan
Bukalah hati kamu selebar-lebarnya! Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaana apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (2 Korintus 6:13b-14)
Apapun kelebihan si Dia, apakah ganteng atau cantik, macho atau seksi, gentle atau feminim, kalau tidak seiman sebaiknya langsung coret saja dari list Anda. Jangan coba-coba deh menukarkan Tuhan dengan si Dia.
Banyak anak Tuhan yang mencoba menukar Tuhan dengan pasangan yang tidak seiman. Karena alasan materi dan tampangnya yang sangat memikat hati. Mungkin mereka tetap ke gereja tapi pasangannya jarang mau ikut. Akhirnya setelah menikah, mereka bukannya bahagia malah sengsara. Karena tidak mengenal Tuhan, pasangan mereka selingkuh dan lain sebagainya.
Ujian Jarak
Sewaktu cinta sedang menggebu-gebu, jangan menempel terus seperti perangko dengan si Dia, hormonnya bakal makin menjadi-jadi. Coba tenangkan diri dulu untuk berdoa, minta tuntunan Tuhan dalam hal jodoh ini.
Ujian Waktu
Sebaiknya jangan terburu-buru mengambil keputusan, kalau perlu ambil waktu beberapa bulan supaya Anda bisa menguji apakah Anda memang mencintainya atau ternyata hanya sekedar cinta monyet saja yang hilang ditelan waktu. Yang pasti sekarang Anda mengerti kenapa Firman Tuhan menasehatkan supaya jangan terburu-buru untuk masalah yang satu ini.
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya! (Kidung Agung 3:5)
Ternyata ilmu pengetahuan juga mendukung, bahwa bila hormon dalam tubuh kita berubah, maka perasaan jatuh cinta pun bisa hilang. Tapi cinta yang sejati akan tahan uji dan tetap ada. Cinta yang palsu akan hilang melewati waktu, tapi cinta sejati akan tetap ada untuk selama-lamanya.
Tidak usah takut kehilangan si Dia. Kalau memang cinta yang Anda rasakan itu tidak tahan uji, seharusnya Anda malah bersyukur kepada Tuhan karena Anda tahu sebelum terlambat bahwa itu bukan cinta sejati. Anda siap menguji? Siapa takut?!
dari jawaban.com
Selasa, 16 September 2008
Mendapatkan Kemurnian Dalam Suatu Hubungan
Banyak perusahaan yang menghabiskan milyaran dolar dalam setahun untuk memakai selebritis mempromosikan produk mereka. Mereka percaya budaya kita mengajarkan untuk memakai, melihat, memakan bahkan mengendarai mobil sebagaimana selebritis melakukannya. Dan mungkin saja mereka benar. Seringkali kita mencoba melakukan sesuatu untuk menjadi seperti orang lain daripada menjadi diri kita sendiri.
Saya memikirkan hal ini saat menghadapi pertanyaan seputar kepribadian. "Bagaimana saya dapat menyondongkan jawaban saya agar memiliki perasaan ‘lebih berharga' dengan menjadi seperti orang lain ataupun menjadi seperti apa yang orang lain inginkan." Saya kembali melihat ke belakang dan melihat bagaimana saya menerapkan pikiran ini dalam beberapa hubungan saya di masa lalu.
Ada saat di mana saya mencoba untuk melakukan apapun yang saya pikir akan menyenangkan pacar saya. Saya merubah gaya hidup saya, pola makan saya, bahkan olahraga yang biasanya saya lakukan. Sikap saya sepenuhnya berubah. Saya menjadi seseorang yang berbeda. Setelah menjalani segala gejolak emosi yang naik turun ini, seorang teman dekat saya mengatakan kalau saya bukanah diri saya yang sebenarnya.
Saya menyadari bahwa saya telah membiarkan hubungan saya menentukan siapa diri saya.
Gambaran Allah Dalam Diri Anda
Beberapa tahun yang lalu sebuah iklan terkenal memakai statement, "Jadilah seperti Mike" (Michael Jordan). Sebagai hasilnya, jutaan orang berlomba-lomba membeli sepatu basket dan kaos yang disablon dengan gambarnya. Satu-satunya orang yang digambarkan oleh semua hal itu adalah Michael Jordan.
Kejadian 1:27 berkata: Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Kita semua diciptakan seturut dengan gambar Allah, bukan dengan gambaran yang Anda lihat di cover majalah, televisi ataupun di dalam film yang Anda tonton. Namun sayangnya, banyak waktu yang telah kita habiskan untuk menyerap gambar diri ini dari media daripada kita menyerapnya dari apa yang Tuhan katakan.
Yeremia 1:5 berkata, "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
Pastilah menyakitkan bagi Tuhan saat melihat saya berusaha untuk menjadi orang lain daripada saya berusaha menyamai pribadi sebagaimana IA menciptakan saya.
DIA mengenal saya (kita) DIA membentuk saya (kita) DIA memisahkan / menguduskan saya (kita) DIA menetapkan saya (kita) menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.Pandanglah diri Anda sebagai ciptaan Allah seturut dalam gambar dan rupa-Nya dan bagi tujuan yang telah Tuhan tetapkan bagi hidup Anda.
Murnikan Diri Anda
Logam mulia yang disebutkan dalam Alkitab seringkali dihubungkan dengan karakter seseorang. Proses memurnikan atau membuat logam itu menjadi mulia harus melalui panas yang tinggi, ditempa, didinginkan dan dibentuk sepanjang proses itu berlansung. Perjalanan hidup kita untuk menjadi mulia mengharuskan kita untuk melalui saat-saat sulit dan penuh perjuangan sehingga kita dapat bertumbuh semakin kuat, murni dan komplit.
Zakharia 13:9 berkata, Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!"
Saya senang Alkitab menggunakan kata ‘dimurnikan' untuk kondisi ini. Definisi dari dimurnikan mengandung arti yang sangat jelas dan melukiskan hasil yang positif.
- Bebas dari ketidakmurnian maupun material yang tidak diinginkan.
- Bebas dari ketidaksempurnaan moral.
- Membangun kesempurnaan dengan memangkas dan menggosok.
- Menjadi murni dan sempurna.
- Membuat perbaikan dengan memperkenalkan perbedaan.
Setiap kita memiliki ketidakmurnian dan ketidaksempurnaan moral yang dapat dimurnikan dan disempurnakan. Kita dapat bekerja di area yang menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Bagaimanapun juga, insting kita mungkin akan menghindari situasi yang akan menarik kita ataupun menunjukkan kelemahan kita karena kita tidak ingin ‘bersepakat dengan hal itu'. Lebih mudah bagi kita untuk menyalahkan orang lain dalam situasi tertentu daripada mengambil tanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan. Hal ini biasanya terjadi dalam sebuah hubungan.
Bagaimana Sebuah Hubungan Dapat Dimurnikan
Saya pernah bekerja dengan seseorang, yang ketika ditanyakan, "Mengapa Anda menikahi istri Anda yang telah memperlakukan Anda dengan sangat kasar?" Dan dia menjawab, "Saya lebih baik menikah dan sengsara daripada jomblo dan sendirian." What?! Apakah itu tujuan Tuhan menciptakan dia dalam gambar dan rupa-Nya, untuk menikah dan sengsara?
Banyak hubungan yang mengalami masa yang sukar karena dua orang yang ‘tidak sempurna' memasuki hubungan itu dan menginginkan orang lain untuk ‘melengkapi' mereka. Daripada mencari seseorang untuk melengkapi Anda, pandanglah pada Tuhan yang akan melengkapi Anda seutuhnya.
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. (Yakobus 4:8)
Bertumbuhlan mendekat kepada Tuhan dan belajarlah akan kehendak-Nya bagi hidup Anda dan hubungan yang sedang Anda jalani.
Evaluasilah hal-hal yang Anda sukai dan Anda tidak sukai dari diri Anda dan dari seseorang yang sedang menjalin hubungan dengan Anda saat ini.
Tentukan bagaimana Anda dapat menjadi pribadi ataupun pasangan yang lebih baik dan tipe orang seperti apa yang Anda inginkan untuk bersama-sama menjalani hubungan ini.
Semakin dekat kita dalam hubungan dengan Tuhan, semakin dekat kita pada kehendak Tuhan atas hidup kita dan semakin sehatlah kita dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Dimanakah Anda saat ini dalam proses disempurnakan, ditempa dan dimurnikan? Seberapa dekat Anda dengan Anda yang seharusnya seturut dengan ciptaan Tuhan? Jangan kalahkan mimpi Tuhan bagi hidup Anda demi menenangkan suatu hubungan, mengikuti mimpi orang lain ataupun karena hubungan yang Anda jalani tidak dapat berjalan dengan baik. Jangan biarkan ketidaksuksesan hubungan Anda menentukan siapa Anda sebenarnya, pakailah hal itu untuk menyempurnakan diri Anda menjadi pribadi yang telah ditentukan dan dirancang sebelumnya oleh Tuhan bagi hidup Anda.
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:12-14)
Disadur dari:jawaban.com
Hubungan Sehat? Tentukan Batasan!
Tidak ada keahlian yang lebih penting untuk menjaga hubungan Anda tetap sehat selain menetapkan batasan-batasan di dalamnya. Anda dapat belajar agar mampu menjalin komunikasi yang sehat dengan dia, dan itu akan sangat membantu. Anda dapat belajar bagaimana menangani konflik dengannya, dan itu akan menjadi nilai tambah yang sangat penting. Anda dapat belajar untuk berdoa dan tertawa bersamanya, dan itu jelas akan menghasilkan dampak yang sangat kuat. Namun jika Anda tidak tahu bagaimana menentukan dan memelihara batasan pribadi dalam hubungan Anda, Anda akan berada dalam masalah serius.
Ada beberapa fakta mengenai batasan yang perlu kita ketahui berikut ini :
- Tuhan adalah pencipta batasan, Dia menciptakan dunia dengan batasan-batasannya.
- Tuhan menetapkan batasan terhadap apa yang Dia berkati dan apa yang tidak Dia berkati.
- Tuhan menciptakan setiap Anda unik dengan potensi, bakat dan kemampuan yang berbeda-beda.
- Setiap Anda mempunyai latar belakang keluarga, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan dan pilihan yang berbeda.
- Anda bertanggung jawab untuk menentukan nilai-nilai pribadi dalam hubungan Anda dan menerapkannya.
Fakta-fakta tersebut mungkin membuat Anda bingung. Terlalu banyak orang berpikir bahwa mereka dapat mengatakan pada orang lain bagaimana mereka harus hidup, atau bagaimana mereka seharusnya secara otomatis menghormati pilihan mereka. Bagaimanapun juga, Anda harus sangat berhati-hati mengatakan pada orang lain apa yang seharusnya mereka pikirkan, rasakan atau lakukan. Begitupun sebaliknya, Anda harus menjaga batasan Anda sendiri dengan hati-hati sehingga orang lain tidak berasumsi bahwa mereka dapat mengendalikan Anda dengan menentukan apa yang seharusnya Anda pikirkan, rasakan atau lakukan. Anda bertanggung jawab untuk menjadi transparan dengan orang lain, tentang apa saja yang bisa Anda toleransi dan apa saja yang tidak bisa Anda tolerir. Batasan-batasan ini menunjukkan harapan-harapan Anda yang bisa diibaratkan seperti peraturan dalam sebuah permainan. Batasan-batasan ini membantu menciptakan kepastian dan stabilitas dalam sebuah hubungan.
Sebagai seorang Clinical Psychologist, banyak masalah yang saya dengar berkaitan dengan masalah batasan, atau lebih spesifiknya, masalah kurangnya batasan-batasan. Mari kita lihat situasi dari dua orang ini yang menulis surat kepada saya:
Wanita yang pertama menulis: "Pacar saya sering bercerita tentang mantannya, padahal saya sudah mengatakan bahwa saya tidak mau mendengar tentang itu. Saya sudah mengatakannya dengan baik-baik agar dia tidak terus membicarakan mantannya, tapi dia tetap saja melakukannya. Bisakah Anda memberitahu saya mengapa dia melakukannya?" Jawaban saya: "Saya tidak bisa memberitahukan alasannya..." Saya bisa saja menebak-nebak alasannya, tapi saya tidak mau berspekulasi dan saya pikir itu juga tidak akan membantu. Kita semua bisa membuat asumsi-asumsi tentang alasan pacarnya berbuat seperti itu, tapi kita akan terus menebak-nebak dan itu tidak akan menyelesaikan inti masalahnya. Apa yang wanita ini harus lakukan?
Jawab: "Katakanlah pada pacar Anda bahwa inilah batasan Anda, dia dapat menghormatinya atau keluar dari hubungannya dengan Anda. Sebenarnya, Anda tidak perlu mengetahui apa motivasinya, dialah yang perlu mengetahui apa yang Anda anggap serius dan bahwa Anda tidak akan terus berkencan dengan pria yang sama sekali tidak sensitif. Pilihannya adalah dia harus belajar menghormati batasan-batasan Anda dengan tidak membawa-bawa pihak ketiga dalam hubungan kalian berdua, atau dengan sopan, Anda dapat mengatakan selamat tinggal pada pria ini."
Semua ini tentang batasan-batasan, apa yang akan Anda tolerir dan apa yang tidak akan Anda tolerir. Ini tentang bagaimana membiarkan orang lain tahu bahwa Anda ingin diperlakukan dengan hormat, dan Anda akan mengajar orang lain bagaimana untuk memperlakukan diri Anda dengan hormat. Saat Anda berani menggunakan kata-kata, "Hentikan itu," atau "Aku tidak menerima cara itu," orang lain akan cenderung memperhatikannya. Saat Anda berkata, "Silakan kamu perlakukan orang lain dengan cara seperti itu, tapi tidak dengan saya," orang lain cenderung mendengarkan.
Wanita kedua menulis: "Saya takut berkomunikasi dengan suami saya. Dua tahun belakangan ini, kalau saya mencoba untuk berkomunikasi, dia bersikap kasar, berteriak dan mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan apa yang saya rasakan. Dia juga bilang bahwa dia tidak mencintai saya. Dia telah mengabaikan saya dalam peristiwa-peristiwa penting seperti hari ulang tahun saya, hari valentine, dan lainnya. Dia berkata bahwa dia memang tidak terlalu mengistimewakan hari-hari seperti itu tapi dia membelikan hadiah ulang tahun untuk putra kami yang berusia 7 tahun. Dua hari lalu saya berulang tahun dan dia mengetahuinya, tapi dia bahkan tidak mengucapkan selamat ulang tahun. Semua itu menyakitkan tapi saya tahu saya akan merasa lebih buruk lagi jika saya berkonfrontasi dengan dia dan saya takut berbicara padanya. Anda punya saran?"
Wanita ini hidup dalam situasi yang sangat sulit, kenyataan bahwa dia hidup dalam ketakutan merupakan tanda yang sangat jelas bahwa ini adalah jenis abusive relationship. Berurusan dengan orang seperti suaminya mirip dengan berurusan dengan anak-anak yang memanfaatkan senioritas mereka di sekolah untuk mengintimidasi dan mencari keuntungan materi dari anak-anak baru. Hidup dalam ketakutan secara otomatis memberi mereka lebih banyak kuasa atas diri kita. Satu-satunya cara untuk membuat mereka mengerti bahwa intimidasi mereka tidak lagi efektif adalah dengan menghadapi mereka, walaupun itu tidak mudah. Berikut ini beberapa prinsip untuk dipertimbangkan:
• Bersikap takut dan pasrah pada mereka hanya akan memberi mereka kuasa atas kita. Mereka belajar untuk bersikap kasar dan kuat karena mereka bisa. Dan cara itu berhasil untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Jika cara itu tidak berhasil, mereka tidak akan melakukannya lagi.
• Kita bisa mulai dengan cara yang sederhana. Saya tidak menyarankan Anda membusungkan dada dan meremehkan suami Anda. Saya tidak menyarankan Anda untuk tidak menghormatinya. Saya menyarankan langkah yang sederhana, seperti memberitahu kepadanya tentang perasaan Anda secara jujur.
• Pertimbangkan untuk melakukan konseling. Jika dia kelihatan tidak berminat untuk konseling bersama, mulailah dengan diri Anda sendiri. Lakukanlah agar Anda mendapat dukungan dan dorongan semangat. Pastikan Anda belajar untuk menentukan batasan dalam hidup Anda. Definisikan kembali apa yang penting bagi Anda, apa yang Anda rasakan, pikirkan dan inginkan. Ingatlah apa yang telah Tuhan lakukan bagi Anda dan apa yang akan Dia lakukan untuk Anda saat ini.
• Ketahuilah bahwa Anda tidak bisa mengubah orang lain. Anda hanya bisa merubah diri Anda sendiri. Mungkin saja dia akan terus menjadi seperti itu, tapi Anda jangan terus bersembunyi. Jika dia memperlakukan Anda dengan buruk, tinggalkan dia. Jika dia berteriak, katakan padanya untuk memperkecil suaranya jika dia ingin Anda mendengarkannya. Tuhan telah mempercayakan Anda menjadi pengurus dari diri Anda sendiri. Anda telah dibeli dengan harga yang sangat mahal, dan tentu saja Anda akan merawat diri Anda sendiri sebaik mungkin. Anda tidak dapat menolong orang lain, melayani orang lain atau menggunakan karunia-karunia, potensi dan harta Anda jika Anda terus mengabaikan kondisi emosional yang tidak semestinya itu.
• Pada akhirnya, ada waktunya Anda perlu meninggalkan ‘ruang permainan' itu. Jika Anda sudah belajar untuk tegas dan berusaha memperoleh kembali rasa hormat pada diri sendiri, tapi suami Anda terus saja bersikap kasar terhadap Anda, pertimbangkan perpisahan sementara agar dia bisa merenungkan kembali tindakannya terhadap Anda. Saat dia sadar bahwa dia tidak bisa terus-menerus menyakiti Anda dan melanggar batasan-batasan Anda serta memperlakukan Anda dengan tidak hormat, mungkin saja dia akan menyadari kesalahan-kesalahannya dan mempertimbangkan kembali tindakannya.
Dalam kedua kasus di atas, wanita-wanita ini bersikap tolerir secara berlebihan. Mereka mengijinkan pria-pria dalam hidup mereka memperlakukan mereka dengan tidak hormat. Mereka memang bukan menjadi penyebab dari sikap tidak hormat itu, tapi mereka memungkinkan tindakan itu untuk terus berlanjut. Perubahan memang tidak pernah mudah, tapi sikap untuk menghormati dan menghargai diri sendiri, serta menentukan batasan-batasan yang jelas, akan memulai proses perubahan itu.
Disadur dari : jawaban.com
Selasa, 09 September 2008
Asiknya jadi Jomblo
Memang ada hari-hari ketika Anda mempertanyakan "Mengapa menjadi single sangat memuakkan?", saat Anda melihat tempat-tempat yang Anda kunjungi dipenuhi oleh pasangan-pasangan dan juga anak-anak mereka yang lucu, sementara Anda sedang duduk sendiri. Atau saat Anda menerima (lagi) undangan pernikahan teman dan tidak tahu harus datang dengan siapa, serta membayangkan siapa yang kelak akan menjadi pasangan Anda di altar saat giliran Anda tiba.
Tapi untungnya ini bukan keseluruhan ceritanya. Menjadi single juga mempunyai sisi yang lain:
Kebebasan
Anda bisa menginap atau berekreasi bersama teman, bangun di pagi hari dan melahap kue sambil menonton TV tanpa harus merepotkan penampilan Anda yang ‘ala kadarnya'. Anda bisa melakukan apapun juga dengan spontan, bebas dan fleksibel karena apapun yang Anda lakukan tidak akan mempengaruhi pasangan atau anak-anak Anda (jika seandainya Anda telah menikah).
Tentu, suatu hari nanti kita semua akan menyukai malam-malam kencan atau kebersamaan dengan pasangan kita, tapi saat ini adalah kesempatan terbesar kita untuk merasakan kebebasan dan fleksibilitas hidup sebagai seorang single.
Pengalaman Teman-Teman Yang Sudah Menikah
Kalau Anda punya sahabat yang sudah menikah, Anda dapat belajar dari pengalaman-pengalaman mereka. Apa saja masalah-masalah rumah tangga yang mereka alami dan bagaimana cara mereka menanganinya, komunikasi dan hubungan dengan pasangan, konflik yang terjadi dan sebagainya.
Karena dengan mendengarkan mereka, Anda akan ‘menerima' kenyataan bahwa pernikahan tidak hanya dipenuhi dengan coklat dan hal-hal yang romantis. Mungkin sebagai single Anda terkadang mengalami saat-saat yang tidak menyenangkan, tapi cerita mereka akan mengingatkan Anda bahwa kehidupan pernikahan juga terkadang mempunyai saat-saat seperti itu juga.
Teman-Teman Pria
Kalau Anda sudah menikah, mungkin Anda tidak bisa menjalin persahabatan dengan teman-teman pria Anda seperti saat ini. Mereka bisa membantu Anda melakukan pekerjaan berat dan juga berdiskusi dengan Anda. Anda dapat belajar melihat sesuatu dari sudut pandang mereka dan itu akan menambah pengetahuan Anda dan membantu Anda memahami perbedaan cara pandang pria dan wanita dalam menangani berbagai hal. Itu sangat mengasyikkan.
Waktu Untuk Sendiri
Anda mempunyai banyak waktu untuk menikmati kesendirian Anda saat Anda membutuhkannya. Anda bisa melakukan pekerjaan rumah sambil bernyanyi mengiringi lagu di radio, membaca buku selama beberapa jam tanpa gangguan dan lain-lain. Ada saat-saat tenang dalam hidup Anda yang tidak akan Anda tukar dengan apapun, meskipun kadang Anda merasa kesepian. Namun Anda dapat berpaling pada Tuhan setiap Anda merasa sendiri, merasakan kehadiran-Nya dengan lebih intens tanpa ‘gangguan' dari suami dan anak-anak.
Teman-Teman Sesama Single
Ada satu jenis hubungan yang tidak dapat tergantikan dengan hubungan yang lain, yaitu persahabatan dengan teman-teman Anda. Mungkin Anda juga punya ‘geng' sendiri. Kalau Anda renungkan saat-saat bersama mereka, Anda akan sangat bersyukur dan terkagum bagaimana cara Tuhan membawa mereka satu-persatu ke dalam kehidupan Anda, mendampingi kala Anda mengalami kesusahan, tertawa bersama Anda, berpetualang bersama Anda,...
Mungkin suatu hari nanti Anda dan mereka tidak dapat bersama sesering sekarang, saat (dan jika) mereka atau Anda sudah berkeluarga. Tapi sampai saat itu tiba, Anda benar-benar dapat bersyukur untuk teman-teman Anda. Dan melihat bagaimana Tuhan membawa mereka kepada Anda memberi Anda keyakinan bahwa jika seorang pasangan adalah kehendak-Nya untuk Anda, Dia juga akan melakukan hal yang sama dengan pasangan hidup Anda.
Tips Untuk Para Single
• Bertanyalah pada teman-teman Anda yang telah menikah, hal-hal apa yang paling mereka rindukan saat mereka masih single. Apakah itu rekreasi ke luar pulau, kursus fotografi, atau hal-hal yang mungkin tidak sempat lagi mereka lakukan karena sudah berkeluarga. Ambil kesempatan yang ada saat ini agar kelak Anda tidak menyesal.
• Apa yang Anda ingin lakukan dalam hidup ini? Menulis buku? Melanjutkan pendidikan? Jalan-jalan ke luar negeri? Buatlah daftar dari semua keinginan Anda ini, lalu pilih salah satu dan lakukanlah! Jangan menghentikan hidup Anda untuk menunggu seorang pasangan.
• Alkitab mengatakan ada maksud atau tujuan yang spesifik untuk setiap musim kehidupan. Berdoa dan bertanyalah pada Tuhan apa yang Dia ingin Anda pelajari atau lakukan di saat ini. Ketaatan Anda akan semakin mendekatkan Anda pada-Nya dan rencana-Nya atas seluruh bidang kehidupan Anda.
• Karena Anda tidak sedang memfokuskan sebagian besar energi Anda untuk keluarga, Anda punya banyak hal untuk diberikan. Ada kelas-kelas sekolah minggu, keluarga yang baru pindah ke lingkungan Anda dan tetangga yang mungkin merasa sangat terbantu oleh keterlibatan Anda dalam hidup mereka.
• Ada banyak hal yang dapat Anda lihat dan alami di dunia ini, dan sekarang adalah kesempatan terbaik Anda! Raih sebanyak mungkin pengalaman dengan berpetualang selama liburan bersama teman-teman Anda, perkaya hidup Anda dengan memperluas pergaulan dan pengalaman! Anda tidak akan pernah tahu siapa yang mungkin akan Anda temui di tengah perjalanan!
disadur dari jawaban.comSenin, 14 April 2008
TIPS: MENJAGA KESUCIAN PADA MASA BERPACARAN
Menjaga kesucian menuntut disiplin diri yang kuat dan disiplin ini hanya bisa ada apabila ada niat yang sama kuatnya pula. Tidak hanya itu, faktor utama untuk tetap menjaga kesucian selama masa pacaran hendaknya didasarkan pada rasa takut akan Allah sebab pada akhirnya kita tetap harus memberi pertanggungjawaban kepada Allah sendiri (1Tesalonika 5:23). Berikut ini beberapa saran untuk menolong kita menjaga kesucian pada masa berpacaran.
Sirami hati kita dengan Firman Allah. Firman Allah akan memberi peringatan dan sekaligus kekuatan bagi kita untuk melawan godaan seksual. Bacalah dan renungkanlah firman-Nya setiap hari; jadikan saat teduh sebagai aktivitas rohani rutin kita. Jangan biarkan iblis atau diri kita menipu dengan mengatakan bahwa kita sudah tidak layak menerima firman Tuhan. Ketidaklayakan adalah suatu sikap yang selalu harus ada namun kita butuh firman Tuhan guna bertahan dalam kehendak Tuhan.
Dr. Paul Gunadi, Ph.D
Pertahankan batas sejauh-jauhnya dan sepanjang-panjangnya. Jangan mulai sentuhan fisik terlalu dekat dan terlalu cepat. Barang siapa memulai terlalu cepat akan mengakhirinya dengan cepat dan sangat jauh pula. Hindarkan ciuman di bibir, sebisanya berhenti pada ciuman di pipi. Sentuhan-sentuhan pada anggota tubuh selain tangan, misalnya pinggul dan dada, harus dihindarkan. Hindarkan pelukan muka dengan muka, batasi hanya pada pelukan dari samping yakni tangan kanan memeluk bahu dari samping.
Bicarakan godaan seksual secara terbuka dan doakan bersama. Jangan merasa sungkan atau tidak enak hati melukai pasangan kita. Keterbukaan menunjukkan kedewasaan dan kesadaran untuk menghadapi secara matang. Sepakati batas fisik dan hormati keputusan itu sebab dengan cara itulah kita menghormati tubuh pasangan kita sebagai rumah Allah yang kudus.
Hindarkan keberduaan dan keterpisahan. Bertemulah di tempat terbuka dan umum; jangan mencari-cari kesempatan untuk menyendiri guna melaksanakan niat seksual kita. Membicarakan hal pribadi tidak perlu dalam kamar atau di rumah yang sepi; kita dapat melakukannya di tempat ramai yang tetap memberi kita kesempatan berbicara dengan serius.
Bicarakan masalah dengan seorang bapa atau ibu rohani. Bicarakan dan akuilah masalah kita dengan seorang bapa atau ibu rohani kita agar kita bisa mempertanggungjawabkan perbuatan kita secara berkala dan terbuka. Mintalah kesediaannya untuk menjadi pengawas yang akan terus mengecek kemajuan kita. Keberadaan seorang pengawas akan menolong kita hidup kudus dan bertanggungjawab. Dosa yang disembunyikan niscaya membuat kita lebih liar dan tak terkendali, dosa yang diakui justru memperkuat ketahanan kita.
Jangan menyerah. C.S. Lewis, seorang penulis Kristen, pernah berujar bahwa kita tidak akan tahu besarnya kekuatan dosa sampai kita mencoba melawannya. Godaan seksual merupakan godaan besar yang adakalanya membuat kita putus asa melawannya. Namun nasihat C.S. Lewis adalah jangan menyerah. Lewis melukiskan suatu contoh yang indah. Jika kita mengosongkan kertas ujian kita, pasti kita mendapatkan nilai 0. Namun, jika kita mencoba menjawab setiap pertanyaan, kita pasti memperoleh nilai meski jawabannya salah. Lewis mengingatkan kita bahwa Tuhan ingin melihat usaha kita melawan dosa dan Ia menghargai upaya yang keras. Jangan menyerah atau membenarkan diri. Akui kejatuhan kita dan bangunlah kembali; setiap hari merupakan hari pengujian, sebab itulah esensi kehidupan Kristen.

